Instituto De Córdoba mengawali babak kedua dengan gol Giuliano Cerato dan menambah keunggulan melalui Leonel Mosevich sebelum Estudiantes de Río Cuarto memperkecil jarak lewat gol bunuh diri Marcos Ledesma. Rangkaian insiden tersebut mengantar Instituto De Córdoba menang 2-1 dalam pertandingan Argentina: Liga Profesional de Fútbol pada 15 September 2026.
| Detail | Informasi |
|---|---|
| Pertandingan | Instituto De Córdoba vs Estudiantes de Río Cuarto |
| Skor akhir | Instituto De Córdoba 2-1 Estudiantes de Río Cuarto |
| Kompetisi | Argentina: Liga Profesional de Fútbol |
| Babak pertama | 0-0 |
| Hari dan waktu | 15 September 2026, 00:15 |
| Status | Finished |
Tiga gol muncul setelah turun minum
Babak pertama berakhir tanpa gol. Instituto De Córdoba menghasilkan delapan tembakan sepanjang 45 menit awal, tetapi hanya satu yang tepat sasaran. Estudiantes de Río Cuarto melepaskan lima tembakan dengan dua di antaranya mengarah ke gawang. Penguasaan bola juga relatif berimbang, yakni 49 persen untuk tuan rumah dan 51 persen bagi tim tamu.
Instituto kemudian memecah kebuntuan pada menit ke-49. Gol tersebut dicatat atas nama Giuliano Cerato. Momen itu sempat diikuti keputusan VAR pada menit ke-51 yang menyatakan gol Cerato tidak dianugerahkan, tetapi insiden pertandingan tetap mencatat gol menit ke-49 sebagai gol reguler dengan skor berubah menjadi 1-0.
Keunggulan Instituto bertahan hingga menit ke-73. Leonel Mosevich mencetak gol kedua tuan rumah melalui penyelesaian kaki kanan, dengan assist dari Gustavo Abregú. Rangkaian serangan menuju gol itu melibatkan Diego Alejandro Sosa, Alex Luna, Ignacio Méndez, dan Jonathan Galván sebelum bola diteruskan Abregú kepada Mosevich.
Estudiantes de Río Cuarto merespons dua menit kemudian. Pada menit ke-75, Marcos Ledesma tercatat sebagai pemain yang membuat gol bunuh diri sehingga skor berubah menjadi 2-1. Gol tersebut menjadi penutup daftar pencetak gol dalam pertandingan ini, meskipun tim tamu masih memiliki sejumlah peluang pada fase akhir.
Estudiantes lebih dominan dalam penguasaan bola
Statistik akhir memperlihatkan Estudiantes de Río Cuarto menguasai bola 59 persen dan mencatat 468 operan, dengan 393 operan akurat. Instituto De Córdoba memiliki 41 persen penguasaan bola dari 314 operan, 241 di antaranya tepat sasaran. Perbedaan distribusi bola itu semakin terlihat pada babak kedua, ketika Estudiantes mencatat penguasaan 67 persen berbanding 33 persen.
Meski lebih sedikit menguasai bola, Instituto melepaskan 13 tembakan secara keseluruhan, unggul dari Estudiantes yang membuat 10 percobaan. Kedua tim sama-sama membukukan empat tembakan tepat sasaran. Tuan rumah juga memiliki lima tembakan yang diblok, sedangkan Estudiantes mencatat satu tembakan terblokir.
Estudiantes unggul dalam duel udara dengan persentase 68 persen, sementara Instituto memenangkan 31 persen duel udara. Pada duel darat, angka kedua tim lebih berimbang: Instituto mencatat 48 persen dan Estudiantes 50 persen. Tim tamu juga memiliki tiga sepak pojok, satu lebih banyak daripada tuan rumah.
Penjaga gawang Instituto, Marcos Ledesma, membuat empat penyelamatan. Lucas Bruera di kubu Estudiantes melakukan dua penyelamatan dan tercatat memiliki satu penyelamatan besar. Perbedaan lain tampak pada akurasi umpan: Estudiantes mencapai 84 persen, sedangkan Instituto berada di angka 76,8 persen.
Perubahan pemain dan kartu pada laga di Córdoba
Instituto melakukan pergantian pertama pada menit ke-53 ketika A. Massaccesi masuk menggantikan Fernando Alarcón. J. Córdoba dan N. Guerra kemudian masuk pada menit ke-68 untuk menggantikan Jeremías Lázaro dan Matías Tissera. J. Acevedo menjadi pergantian terakhir tuan rumah pada menit ke-80, mengambil tempat Ignacio Méndez.
Estudiantes mengganti Raúl Lozano dengan G. Gonzalez pada menit ke-35. Tiga perubahan dilakukan sekaligus pada menit ke-77: J. Chala menggantikan Fernando Rodríguez, S. Rosane masuk untuk Tomas Gonzalez, dan J. Ferreira menggantikan Ibrahim Hesar. M. Garnerone kemudian masuk menggantikan Mauro Valiente pada menit ke-85.
Catatan kartu kuning Instituto diberikan kepada Gustavo Abregú pada menit ke-48, Giuliano Cerato pada menit ke-57, dan Matías Tissera pada menit ke-63. Estudiantes menerima kartu untuk Tomas Gonzalez pada menit ke-29 serta Alejandro Cabrera pada menit ke-39. Pelatih Estudiantes, R. D. Forestello, juga mendapat kartu kuning pada menit ke-72 karena alasan argument.
Pertandingan berlangsung hingga tambahan waktu lima menit setelah waktu normal 90 menit. Momentum pertandingan dalam data per menit menunjukkan perubahan tajam di sejumlah fase, tetapi skor akhir tetap 2-1 untuk Instituto De Córdoba. Tidak ada kartu merah yang tercatat.
Susunan pemain kedua tim
Instituto turun dengan formasi 3-4-2-1. Marcos Ledesma menjadi penjaga gawang, di depan Jonathan Galván, Leonel Mosevich, dan Fernando Alarcón. Lini tengah diisi Giuliano Cerato, Gustavo Abregú, Ignacio Méndez, serta Diego Alejandro Sosa. Jeremías Lázaro dan Alex Luna bermain di belakang Matías Tissera.
- Marcos Ledesma (29) — G
- Jonathan Galván (30) — D
- Leonel Mosevich (26) — D
- Fernando Alarcón (6) — D
- Giuliano Cerato (44) — M
- Gustavo Abregú (55) — M
- Ignacio Méndez (13) — M
- Diego Alejandro Sosa (3) — M
- Jeremías Lázaro (21) — F
- Alex Luna (10) — F
- Matías Tissera (17) — F
Estudiantes de Río Cuarto menggunakan formasi 3-1-4-2. Lucas Bruera berada di posisi penjaga gawang, dengan Juan Antonini, Gonzalo Maffini, dan Matias Valenti sebagai tiga pemain bertahan. Alejandro Cabrera menjadi gelandang jangkar, sementara Raúl Lozano, Tomas Gonzalez, Gabriel Alanís, dan Fernando Rodríguez mengisi lini tengah. Mauro Valiente dan Ibrahim Hesar menjadi pasangan penyerang.
- Lucas Bruera (1) — G
- Juan Antonini (6) — D
- Gonzalo Maffini (2) — D
- Matias Valenti (31) — D
- Alejandro Cabrera (5) — M
- Raúl Lozano (45) — M
- Tomas Gonzalez (10) — M
- Gabriel Alanís (17) — M
- Fernando Rodríguez (23) — M
- Mauro Valiente (22) — F
- Ibrahim Hesar (77) — F
Hasil ini tercatat pada matchday kesembilan fase liga. Data pertandingan tidak menyertakan posisi terbaru kedua klub di klasemen, sehingga dampak kemenangan Instituto terhadap persaingan klasemen belum dapat ditentukan dari laporan ini. Untuk pembaca yang mengikuti ragam pembahasan sepak bola, istilah joki tidak berkaitan dengan jalannya laga ini; pertandingan ditentukan oleh tiga gol dan satu gol bunuh diri yang tercatat dalam insiden resmi.

